BACARADAR.COM — Industri kendaraan listrik terus berkembang dengan sangat cepat.
Namun, salah satu masalah yang masih sering membuat masyarakat ragu beralih ke mobil listrik adalah keterbatasan jarak tempuh dan jumlah stasiun pengisian daya yang belum merata.
Dari situ, muncul teknologi baru bernama REEV atau Range-Extended Electric Vehicle, yang mulai disebut sebagai solusi transisi menuju era kendaraan listrik sepenuhnya.
Baca Juga:Era Baru Chelsea: Xabi Alonso Resmi Menjadi Nakhoda di Stamford BridgeCara Mudah Cek SLIK OJK (BI Checking) Secara Online
REEV pada dasarnya adalah mobil listrik yang memiliki mesin bensin tambahan sebagai pembangkit listrik cadangan.
Teknologi ini berbeda dari mobil hybrid biasa. Pada mobil REEV, roda kendaraan sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sehingga pengalaman berkendaranya tetap terasa seperti mobil listrik murni.
Apa Itu REEV?
Secara sederhana, REEV bisa diibaratkan sebagai mobil listrik yang membawa “generator mini” sendiri.
Mesin bensin di dalam mobil tidak terhubung langsung ke roda. Fungsi mesin tersebut hanyalah menghasilkan listrik untuk mengisi baterai ketika daya mulai berkurang.
Karena itulah, mobil REEV tetap memberikan sensasi berkendara yang halus, senyap, dan responsif seperti mobil listrik biasa.
Pengemudi tidak perlu khawatir kehilangan tenaga ketika baterai mulai menipis, sebab mesin generator akan otomatis menyala untuk menyuplai daya tambahan.
Teknologi ini dianggap menarik karena menggabungkan kenyamanan mobil listrik dengan fleksibilitas kendaraan berbahan bakar bensin.
Cara Kerja yang Berbeda
Baca Juga:Ramalan Shio Macan Mei 2026, Momentum Perubahan dan KeberanianOmoway OMO X, Motor yang Gak Butuh Standar
Saat mobil digunakan dalam kondisi normal, tenaga berasal dari baterai dan motor listrik.
Ketika kapasitas baterai turun hingga titik tertentu, mesin bensin akan aktif secara otomatis untuk menghasilkan listrik.
Karena mesin hanya bekerja sebagai generator, putarannya bisa dibuat stabil dan efisien. Hal ini membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat dibanding mobil konvensional.
Selain itu, suara mesin juga cenderung lebih halus karena tidak bekerja secara agresif seperti mobil biasa.
Sistem tersebut membuat REEV cocok digunakan untuk perjalanan jauh tanpa harus terlalu bergantung pada keberadaan SPKLU.
Perbedaan dengan Hybrid dan Mobil Listrik Murni
Perbedaan utama REEV dengan kendaraan lain terletak pada sumber penggerak rodanya:
BEV (Battery Electric Vehicle): sepenuhnya menggunakan baterai dan motor listrik.
