BACARADAR.COM — Musim balap MotoGP tahun ini menjadi fase penting bagi Yamaha Motor Company dalam upaya mengejar dominasi pabrikan Eropa yang dalam beberapa musim terakhir tampil jauh lebih kompetitif.
Setelah cukup lama tertinggal dari rival seperti Ducati, KTM, hingga Aprilia, Yamaha akhirnya melakukan sejumlah perubahan besar untuk memperbaiki performa mereka di lintasan.
Pada musim ini, Yamaha tidak hanya mengandalkan tim utama Monster Energy Yamaha MotoGP, tetapi juga memperluas kekuatan melalui kerja sama dengan tim satelit baru, Prima Pramac Racing.
Baca Juga:Lebaran Tenang: Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Mei 2026 Tidak NaikGebrakan VinFast: Jarak Tempuh Fantastis, Guncang Indonesia
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Yamaha untuk mempercepat pengembangan motor YZR-M1 melalui pengumpulan data yang lebih banyak dari dua tim berbeda.
Dengan semakin banyak motor yang turun di lintasan, Yamaha berharap dapat memahami kelemahan teknis motor mereka secara lebih detail sekaligus mempercepat proses pengembangan sepanjang musim berjalan.
Namun, hingga pertengahan musim, performa Yamaha masih belum sepenuhnya stabil.
Motor YZR-M1 dinilai masih mengalami beberapa kendala utama, terutama dalam hal akselerasi, top speed, dan daya saing saat duel di trek lurus.
Situasi ini membuat para pembalap Yamaha harus bekerja ekstra keras hanya untuk bertahan di papan tengah klasemen.
Di tengah situasi tersebut, Fabio Quartararo kembali menjadi sosok paling menonjol dalam skuad Yamaha.
Mantan juara dunia MotoGP itu tampil sebagai pembalap paling konsisten dibandingkan rider Yamaha lainnya.
Quartararo berhasil mengumpulkan 36 poin dan menempati posisi ke-14 klasemen sementara.
Meskipun belum mampu bersaing memperebutkan podium secara rutin, performanya tetap dianggap paling solid di internal tim.
Baca Juga:Harga Motor Listrik Roda 3: Cocok untuk Lansia, ada Fitur Kabin TertutupSimulasi Kredit Motor Listrik Polytron Fox-R, Fox 350, dan Fox 500 Tahun 2026
Pencapaian terbaik Quartararo sejauh ini hadir pada seri GP Prancis ketika ia mampu finis di posisi keenam.
Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa Quartararo masih memiliki kemampuan bertarung di level atas apabila kondisi motor mendukung.
Selain itu, pengalaman dan kemampuan adaptasinya membuat Yamaha masih sangat bergantung pada masukan teknis dari pembalap asal Prancis tersebut untuk pengembangan motor ke depan.
Sementara itu, rekan setim Quartararo, Álex Rins, masih menghadapi proses adaptasi yang cukup sulit bersama Yamaha.
