Yamaha Masih Tertinggal, Fabio Quartararo Jadi Pembalap Paling Konsisten

Yamaha Masih Tertinggal, Fabio Quartararo Jadi Pembalap Paling Konsisten
Yamaha rilis Livery YZR-M1. Foto: ss/motogp - BACARADAR.COM
0 Komentar

Rins yang sebelumnya dikenal kompetitif bersama motor berbeda, kini masih berusaha memahami karakteristik YZR-M1 yang memiliki gaya berkendara unik dibanding motor MotoGP lain.

Hingga saat ini, Rins baru mengoleksi 12 poin dan berada di posisi ke-19 klasemen sementara.

Hasil terbaik Rins musim ini terjadi saat dirinya finis di posisi ke-11 pada seri Catalunya.

Baca Juga:Lebaran Tenang: Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Mei 2026 Tidak NaikGebrakan VinFast: Jarak Tempuh Fantastis, Guncang Indonesia

Meski belum terlalu memuaskan, Yamaha masih berharap pengalaman Rins dapat membantu pengembangan motor, terutama dalam menemukan setup yang lebih kompetitif untuk berbagai karakter sirkuit.

Di kubu Prima Pramac Racing, Jack Miller menjalani tantangan yang tidak mudah pada musim debutnya bersama Yamaha.

Miller beberapa kali menunjukkan potensi untuk bersaing di papan tengah, tetapi masalah ketahanan ban serta penurunan performa motor pada akhir balapan membuatnya kesulitan mempertahankan posisi.

Hingga kini, pembalap asal Australia tersebut baru meraih 3 poin dan masih tertahan di posisi ke-22 klasemen.

Selain Miller, Miguel Oliveira juga belum mampu tampil konsisten di zona peraih poin.

Oliveira lebih banyak difokuskan sebagai bagian dari proyek pengembangan teknis Yamaha.

Pengalaman dan data balap yang ia kumpulkan dianggap penting untuk membantu para insinyur memahami kelemahan motor serta mencari solusi peningkatan performa di sisa musim.

Baca Juga:Harga Motor Listrik Roda 3: Cocok untuk Lansia, ada Fitur Kabin TertutupSimulasi Kredit Motor Listrik Polytron Fox-R, Fox 350, dan Fox 500 Tahun 2026

Secara keseluruhan, Yamaha memang mulai menunjukkan upaya serius untuk bangkit dari keterpurukan beberapa musim terakhir.

Kehadiran tim satelit tambahan dan kombinasi empat pembalap berpengalaman menjadi modal penting dalam proses tersebut.

Meski demikian, hasil di lintasan menunjukkan bahwa Yamaha masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin kembali bersaing secara reguler di barisan depan MotoGP.

Ketergantungan besar terhadap konsistensi Fabio Quartararo juga memperlihatkan bahwa peningkatan performa motor masih menjadi kebutuhan utama.

Tanpa pembaruan teknis yang signifikan, Yamaha diperkirakan akan tetap kesulitan menandingi kecepatan para rival Eropa yang saat ini jauh lebih unggul dalam pengembangan aerodinamika maupun performa mesin.

0 Komentar