BACARADAR.COM – Proyek perburuan pemain keturunan tampaknya masih menjadi strategi penting PSSI demi mendongkrak level Timnas Indonesia agar makin disegani di panggung Asia.
Memasuki akhir Mei 2026, pelatih John Herdman dikabarkan sedang gencar memantau sejumlah talenta muda diaspora yang kini tersebar di kompetisi Eropa hingga Amerika Serikat. Nama-nama segar ini dibidik karena dinilai punya prospek cerah untuk menjadi tulang punggung skuad Garuda dalam jangka panjang.
Dari sekian banyak nama yang beredar, sosok Laurin Ulrich belakangan ini jadi yang paling ramai diperbincangkan. Gelandang serang berusia 21 tahun tersebut saat ini sedang merumput sebagai pemain pinjaman dari VfB Stuttgart. Kabarnya, Laurin punya ikatan darah Indonesia dari pihak keluarganya yang berasal dari Surabaya. Sepanjang musim 2025/2026, performanya terbilang cukup menjanjikan lewat penampilan reguler di kasta kedua Liga Jerman, dengan torehan tiga gol dan tiga assist. Karakter bermainnya sebagai playmaker murni dinilai bakal sangat pas untuk menyuntikkan kreativitas baru di lini tengah Timnas Indonesia.
Baca Juga:Motor Listrik Terbaik untuk Aktivitas Harian 2026, Hemat Biaya dan Jarak Tempuh JauhBikin Betah Rumah! Ini Tanaman Hias Interior 2026 yang Bikin Ruangan Auto Estetik
Selain itu, ada juga nama Jenson Seelt. Bek tengah berpostur menjulang 192 sentimeter ini belakangan santer dikaitkan dengan VfL Wolfsburg setelah sebelumnya sempat berseragam Sunderland. Seelt sendiri mengantongi darah Indonesia dari Ambon dan sebenarnya sudah sejak lama menjadi buah bibir di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Walaupun sempat diganggu cedera lutut, jam terbangnya di kompetisi Eropa membuat dirinya tetap dipandang sebagai aset berharga untuk memperkokoh benteng pertahanan Garuda. Kehadiran bek tangguh yang dominan dalam duel udara seperti Seelt memang menjadi kebutuhan mendesak bagi Timnas Indonesia kala bersua tim-tim raksasa Asia.
Mitchell Baker juga tak luput dari radar pemantauan. Penyerang muda andalan Colorado Rapids tersebut diketahui mewarisi darah Indonesia dari sang ibu yang berasal dari Semarang dan Yogyakarta. Baker dikenal sebagai tipikal striker murni berpostur ideal yang punya insting gol cukup tajam di kotak penalti. Menurut beberapa laporan media olahraga nasional, pemain berumur 19 tahun ini sengaja dipantau demi memenuhi kebutuhan jangka panjang Timnas, khususnya untuk memperkaya opsi di sektor juru gedor yang selama ini sering menjadi evaluasi.
