BACARADAR.COM – Buat kita yang tahun ini belum berkesempatan berangkat haji ke Tanah Suci, ada satu amalan yang bener-bener nggak boleh lewat begitu saja. Namanya Puasa Arafah. Ibadah sunnah yang penting ini selalu dinanti setiap tanggal 9 Dzulhijjah, atau tepatnya satu hari sebelum kita merayakan Iduladha. Untuk tahun 2026 ini, pemerintah kita sudah menetapkan kalau momen tersebut jatuh pada hari Selasa, 26 Mei.
Kenapa puasa satu hari ini dinilai begitu sakral dalam syariat Islam? Jawabannya dengan beribadah menahan lapar dan haus seharian, dosa-dosa kita selama dua tahun bisa langsung diputihkan.
Karena Rasulullah SAW sendiri yang mengatakannya dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Muslim. Beliau menegaskan kalau puasa di hari Arafah itu bisa menghapus dosa setahun yang lalu, plus setahun yang akan datang.
Baca Juga:Hemat Bensin! Ini Daftar Harga Motor Listrik Roda Tiga Terbaru Mulai Rp6 JutaanRekomendasi Hidden Gem Tersembunyi di Cirebon yang Lagi Viral, Wajib Masuk List Liburan
Pihak Majelis Ulama Indonesia sendiri lewat berbagai kesempatan sering mengingatkan kita semua soal besarnya keutamaan hari ini. Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah itu, kasarnya, adalah waktu-waktu emas yang paling dicintai oleh Allah SWT. Makanya, para ulama menyarankan agar momen ini tidak dibiarkan lewat begitu saja secara hambar. Selain berpuasa, kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh lainnya, seperti rutin berdzikir, bersedekah seikhlasnya, dan tentu saja memanjatkan doa.
Dasar dari puasa Arafah ini sebenarnya jauh melampaui sekadar urusan menghitung pahala atau menghapus dosa. Ini adalah momen healing spiritual yang sesungguhnya. Ketika kita dipaksa mengerem hawa nafsu dari subuh sampai magrib, mental dan jiwa kita sebenarnya lagi ditempa. Kita diajarkan bagaimana caranya menjadi manusia yang lebih penyabar, ikhlas, dan fokus beribadah. Ini bukan sekadar urusan memindahkan jam makan, tapi sebuah kesempatan besar untuk mereset ulang kualitas diri kita dari dalam.
Kementerian Agama kita juga mengajak masyarakat untuk menyambut Iduladha dengan meningkatkan ibadah, terutama lewat puasa sunnah ini. K.H. Abdullah Jaidi dari MUI sempat berpesan kalau anjuran puasa ini memang diprioritaskan bagi umat Muslim yang sedang tidak melakukan wukuf di Padang Arafah. Menurut beliau, menjelang lebaran kurban ini harusnya bisa kita pakai untuk memupuk rasa syukur yang lebih dalam, sekaligus meningkatkan kepekaan kita terhadap kondisi sosial di sekitar kita.
