Satu lagi alasan kenapa hari Arafah itu terasa begitu hikmat, karena hari itu adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Banyak ulama yang menceritakan kalau pada hari tersebut, pintu langit seolah terbuka lebar dan rahmat serta ampunan Allah sedang tumpah-ruahnya ke bumi. Selagi perut kita kosong karena berpuasa, manfaatkanlah waktu senggang untuk memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, dan merapalkan semua keinginan terbaik kita, baik untuk urusan dunia yang melelahkan ini maupun untuk bekal di akhirat nanti.
Dari kacamata psikologis, puasa satu hari ini juga ampuh banget buat mengasah rasa empati. Saat tenggorokan kita kering dan perut mulai keroncongan, sadar atau tidak, batin kita bakal langsung teringat pada nasib saudara-saudara kita yang hidupnya serba kekurangan. Rasa senasib inilah yang nantinya bakal menyalakan sensitivitas sosial kita, yang mana klop banget dengan semangat berbagi yang ada pada ibadah kurban di hari raya nanti.
