BACARADAR.COM – Kerusakan jalan inspeksi di wilayah Ketandan mendorong seorang penjual serabi bernama Ismail Sumarno untuk turun tangan memperbaiki jalan secara swadaya. Dengan menggunakan tanah bekas bangunan dan karung brangkalan, ia menutup bagian jalan yang rusak demi mengurangi risiko kecelakaan.
Mantan Ketua RW 06 Ketandan yang sering disapa Nono itu mengatakan kondisi jalan inspeksi tersebut kerap membahayakan warga, terutama pada dini hari.
“Jam 4 pagi banyak yang kecelakaan, jatuh,” ujar Nono, kepada bacaradar.com, belum lama ini.
Baca Juga:Harga Motor Listrik Roda 3: Cocok untuk Lansia, ada Fitur Kabin TertutupSimulasi Kredit Motor Listrik Polytron Fox-R, Fox 350, dan Fox 500 Tahun 2026
Nono mengaku tergerak memperbaiki jalan karena rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Ia bahkan meminta bantuan tukang becak untuk menutup jalan yang berlubang.
“Dari hati nurani saya sendiri, saya bantu untuk ngurug jalan itu,” katanya.
Ia menyebut proses penutupan dilakukan menggunakan 12 karung brangkalan dan diangkut dalam dua kali perjalanan. Meski dilakukan secara sederhana, langkah tersebut menurutnya penting agar pengguna jalan tidak terus menjadi korban.
“Tujuan saya untuk menghindari kecelakaan saja, tergugah hatinya. Saya punya rasa tanggung jawab,” ujar Nono.
Menurutnya, perbaikan jalan seharusnya tidak hanya dibebankan kepada warga. Ia menilai pihak terkait perlu ikut turun tangan, terutama karena jalan inspeksi digunakan untuk akses yang berkaitan dengan aktivitas perkeretaapian.
“Harusnya ayo bareng-bareng buat memperbaiki. Kok di sini pengurusnya enggak peduli,” katanya.
Nono juga menyinggung pengalaman advokasinya sekitar 10 tahun lalu saat memperjuangkan perbaikan Jalan Kapten Damsur. Saat itu, ia mendatangi anggota DPRD Cirebon yang sedang reses hingga akhirnya jalan diperbaiki.
Baca Juga:Mau Nabung Emas ala Hukum Islam? Cek Tabungan Emas BSI Syariah!Jangan Beli Emas Asal-asalan! Ini Waktu yang Tepat Beli Emas Tahun 2026!
“Saya pernah advokasi Jalan Kapten Damsur 10 tahun lalu, mengejar DPRD yang sedang reses, dan alhamdulillah dibenerin,” ucapnya.
Sementara itu, Nono menilai perbaikan jalan inspeksi seharusnya menjadi tanggung jawab pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama pemerintah daerah.
“KAI harusnya tanggung jawab terhadap kerusakan jalan inspeksi. Harusnya ditambal saja, ada anggarannya padahal,” kata Nono.
Ia berharap KAI dan pemerintah daerah dapat segera berkoordinasi agar perbaikan dilakukan secara permanen.
