Hujan Meteor Lyrid 2026 di Indonesia: Berikut Cara Mengamatinya

cara melihat hujan meteor eta lyrids
Ilustrasi hujan meteor, Foto: Freepik
0 Komentar

BACARADAR.COM – Hujan meteor lyrid merupakan fenomena astronomi tahunan yang kerap terjadi di bulan April.

Fenomena meteor lyrid menjadi salah satu fenomena astronomi tertua dalam catatan sejarah astronom Tiongkok pada 687 SM, yakni sudah lebih dari 2.700 tahun yang lalu.

Komet ini juga ditemukan oleh astronom A.E. Thatcher pada 5 April 1861, saat komet tersebut melintas mendekati Bumi.

Baca Juga:Spesifikasi Lengkap Vario 160: Desain Modern dengan Fitur Canggih5 Rekomendasi Tanaman Hias Hidroponik Untuk Percantik Sudut Rumah

Meteor lyrid pada bulan April biasanya memiliki magnitudo sekitar +2, namun terdapat juga beberapa meteor yang lebih terang dan dikenal sebagai bola api lyrid.

Jumlah meteor biasanya berjumlah sekitar 5 hingga 20 meteor per jam.

Hujan meteor lyrid April juga terkenal sebagai hujan meteor tahunan terkuat dari puing-puing komet priode panjang lainnya.

Apa penyebab terjadinya hujan meteor lyrid?

Hujan meteor lyrid ini terjadi akibat pergerakan Bumi yang melintasi jejak debu dan puing-puing dari komet C/1861 G1 (Thatcher).

Komet C/1861 G1 atau komet Thatcher ditemukan pada tahun 1861 dan memiliki priode orbit sekitar 415 tahun.

Komet ini selalu meninggalkan jejak material berdebu dalam orbitnya setiap kali mendekati Matahari. Selanjutnya, setiap memasuki bulan April, Bumi melintasi awan puing tersebut dalam siklus tahunan.

Akibatnya, partikel kecil puing komet tersebut bergesekan dengan atmosfer Bumi dan menghasilkan cahaya terang yang membuatnya terlihat seperti bintang jatuh.

Kapan tanggal pasti fenomena lyrid terjadi di Indonesia?

Puncak fenomena lyrid di tahun 2026 terjadi pada tanggal 22 hingga 23 April 2026 di waktu dini hari, atau sekitar pukul 02.15 WIB.R

Lalu mungkin yang menjadi pertanyaan apakah fenomena ini akan membahayakan?

Jawabannya adalah tidak sama sekali.

Baca Juga:Jalan Kaki Bisa Turunkan Hipertensi? Berikut PenjelasannyaKA Argo Bromo Ganti Nama Jadi KA Anggrek per 9 Mei 2026 Nanti, Ini Alasannya!

Fenomena ini tidak membahayakan Bumi maupun manusia karena atmosfer akan mengikis habis puing-puing tersebut hingga tidak sampai ke permukaan Bumi.

Bagaimana cara mengamati fenomena lyrid?

Berbeda dengan fenomena langit lain yang memerlukan alat bantu, hujan meteor lyrid dapat diamati dengan mata telanjang, tanpa bantuan alat seperti teleskop dan sebagainya.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengamati meteor dengan maksimal, diantaranya:

– Carilah tempat yang minim dengan cahaya, dengan tempat yang gelap akan membuat sinar meteor menjadi terlihat lebih jelas.

0 Komentar