BACARADAR.COM – Masyarakat diminta semakin waspada terhadap maraknya modus telepon tidak ada suara atau yang dikenal sebagai silent call.
Panggilan dari nomor tak dikenal yang tiba-tiba hening, lalu terputus dalam beberapa detik, ternyata bukan sekadar gangguan biasa.
Praktik ini diduga menjadi bagian dari tahapan awal penipuan berbasis telepon yang kini semakin canggih.
Baca Juga:Durasi Jalan Kaki 30 Menit Efektif Turunkan Hipertensi, Ini Penjelasan MedisnyaDaftar Harga Motor Listrik Polytron Terbaru 2026, Mulai 11 Jutaan
Fenomena tersebut ramai dibicarakan setelah banyak pengguna media sosial mengaku menerima panggilan misterius tanpa suara.
Beberapa nomor bahkan berasal dari luar negeri atau nomor asing yang sulit dikenali.
Meski terlihat sepele, para ahli keamanan digital menilai pola ini dapat menjadi langkah awal pelaku kejahatan siber untuk mengincar korban.
Dalam penjelasan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, silent call sering digunakan untuk memastikan apakah nomor target masih aktif dan digunakan.
Setelah nomor dipastikan aktif, korban berpotensi masuk dalam daftar target penipuan berikutnya.
Pelaku umumnya memanfaatkan teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP).
Teknologi ini memungkinkan nomor telepon dimanipulasi sehingga sulit dilacak dan mudah berganti dalam waktu singkat.
Karena itu, masyarakat sering kesulitan mengenali apakah panggilan tersebut asli atau bagian dari modus penipuan.
Mengenal Modus Silent Call
Baca Juga:Galaxy Z Fold7 Jadi HP Lipat Terbaik 2026? Ini Fakta dan KeunggulannyaGempur Harga Popok Bayi! Promo Alfamart Mei 2026 Turun Drastis, Mulai Rp27 Ribuan
Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Dr. Heru Sukoco, menjelaskan bahwa silent call merupakan bagian dari teknik social engineering atau rekayasa sosial.
Teknik ini digunakan pelaku untuk memancing reaksi korban sebelum melancarkan aksi penipuan yang lebih besar.
Tujuan pelaku bisa beragam, mulai dari memverifikasi nomor aktif, memancing korban melakukan panggilan balik (call back), hingga mengumpulkan data awal untuk serangan lanjutan seperti phishing dan pencurian OTP.
Salah satu jebakan yang paling sering digunakan adalah teknik missed call bait.
Dalam modus ini, korban dibuat penasaran setelah menerima panggilan singkat tanpa suara.
Ketika korban menelepon balik, mereka bisa tersambung ke layanan premium berbayar dengan tarif mahal atau diarahkan ke skema penipuan lain.
“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” ujar Heru Sukoco dikutip dari laman resmi IPB University.
