BACARADAR.COM – Fase akhir musim selalu punya pola yang sama: margin makin tipis, tekanan makin besar, dan satu kesalahan kecil bisa mengubah arah klasemen.
Borneo FC sekarang ada di titik itu. Lima laga tersisa bukan sekadar penutup, tapi penentu.
Pelatih Fabio Lefundes sudah menegaskan satu hal sederhana: tidak ada pertandingan mudah.
Baca Juga:Banyak HP Turun Harga? Sikat!6 Kelebihan Hond Jazz yang Harus Kamu Tahu!
Semua laga diperlakukan seperti final. Artinya, bukan cuma soal taktik, tapi soal konsistensi mental.
Pekan 30: Persik Kediri vs Borneo FC
Laga tandang ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya (29 April 2026, 15:30 WIB).
Ini bukan sekadar pembuka rangkaian, tapi ujian awal.
Tandang di fase akhir musim selalu tricky, tim tuan rumah biasanya bermain lebih lepas, sementara tim tamu membawa beban hasil.
Pekan 31: Borneo FC vs Persita Tangerang
Kembali ke kandang, menghadapi Persita Tangerang di Stadion Segiri (5 Mei 2026, 19:00 WIB).
Ini tipe pertandingan yang “harus menang”. Tidak ada ruang untuk kehilangan poin, apalagi bermain di depan publik sendiri.
Pekan 32: Bali United vs Borneo FC
Tandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta (11 Mei 2026, 19:00 WIB).
Di atas kertas, ini salah satu laga paling berat.
Bali United punya pengalaman dan kualitas untuk mengganggu siapa pun. Di sini, ketahanan mental benar-benar diuji.
Pekan 33: Persijap Jepara vs Borneo FC
Menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini (17 Mei 2026, 19:00 WIB).
Baca Juga:Cicil Emas BRI Jadi Opsi Investasi Kamu Tahun Ini5 HP Infinix Paling Murah 2026!
Secara level, mungkin terlihat lebih ringan, tapi justru di laga seperti ini potensi terpeleset sering muncul. Fokus jadi faktor utama.
Pekan 34: Borneo FC vs Malut United
Penutup musim melawan Malut United di Stadion Segiri (23 Mei 2026, 15:30 WIB).
Ini bisa jadi laga penentuan. Kalau persaingan masih ketat sampai pekan terakhir, atmosfernya akan seperti final sesungguhnya.
Kalau dilihat secara keseluruhan, jadwal Borneo FC relatif lebih “bersahabat” dibanding rival seperti Persib Bandung.
Lawan berat secara kertas hanya Bali United dan Malut United.
Tapi dalam konteks perebutan gelar, klasifikasi lawan jadi kurang relevan, yang menentukan justru stabilitas performa dari pekan ke pekan.
