Selain itu, risiko kehilangan juga relatif kecil karena emas tidak disimpan secara fisik oleh nasabah.
Di sisi lain, emas fisik memberikan kepemilikan nyata dalam bentuk batangan atau perhiasan.
Namun, jenis investasi ini membutuhkan biaya tambahan seperti biaya cetak serta biaya penyimpanan, misalnya penggunaan brankas atau asuransi.
Selain itu, emas fisik memiliki risiko kehilangan atau kerusakan.
Baca Juga:Tanggal Merah dan Rencanakan Liburanmu dari SekarangSuzuki Ignis 2026: Desain Unik, Performa Cukup, dan Nyaman untuk Harian
Dari aspek likuiditas, tabungan emas dinilai lebih unggul karena dapat dicairkan kapan saja bahkan dalam jumlah kecil. Sementara itu, emas fisik cenderung kurang fleksibel karena biasanya harus dijual dalam bentuk utuh sesuai ukuran yang dimiliki.
Jika dilihat dari sisi biaya, tabungan emas lebih efisien karena tidak memerlukan biaya tambahan seperti pencetakan.
Dari sisi kemudahan, tabungan emas juga lebih praktis karena dapat diakses melalui aplikasi digital. Namun, emas fisik tetap memiliki keunggulan berupa kepemilikan langsung yang memberikan rasa aman bagi sebagian orang.
Baik tabungan emas maupun emas fisik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Namun, bagi masyarakat yang mengutamakan kemudahan, fleksibilitas, dan efisiensi biaya, tabungan emas dapat menjadi pilihan yang lebih menguntungkan.
Sebaliknya, bagi mereka yang menginginkan kepemilikan aset secara langsung, emas fisik tetap menjadi alternatif yang relevan.
