Menanti Sejarah Baru: Kapan Artemis II Kembali ke Bumi Setelah Mengorbit Bulan?

Kapan Artemis II Kembali ke Bumi
Ilustrasi kapal Artemis II, Bulan, Bumi, dan 5 astronot. Foto: ss/jameswebtracker.com - BACARADAR.COM
0 Komentar

BACARADAR.COM – Pertanyaan mengenai kapan Artemis II kembali ke bumi menjadi topik yang paling dinantikan oleh para pecinta antariksa di seluruh dunia seiring dengan semakin dekatnya jadwal peluncuran misi bersejarah ini.

Sebagai misi berawak pertama yang menuju orbit Bulan dalam lebih dari setengah abad, durasi perjalanan dan jadwal kepulangan para astronot telah diperhitungkan secara presisi untuk memastikan keselamatan kru serta keberhasilan teknis kapsul Orion.

Misi yang dirancang berlangsung selama sepuluh hari ini tidak hanya menguji ketahanan fisik para astronot, tetapi juga menjadi pembuktian bagi sistem pelindung panas dan parasut tercanggih milik NASA saat menembus atmosfer.

Baca Juga:Perbandingan Biaya BYD Atto 1 dan Honda Brio: Mana yang Lebih Menguntungkan?Promo Superindo 6-9 April 2026: Solusi Masak Hemat

Dengan memahami rincian jadwal kepulangan mereka, kita dapat mengapresiasi kompleksitas navigasi ruang angkasa yang akan membawa umat manusia selangkah lebih dekat untuk kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

1. Estimasi Waktu Pendaratan Kembali di Bumi

Misi Artemis II dijadwalkan kembali ke Bumi pada akhir September 2025 setelah menyelesaikan seluruh tahapan misi selama sepuluh hari.

Mengingat jadwal peluncuran yang ditetapkan NASA jatuh pada awal hingga pertengahan September 2025, durasi perjalanan singkat ini memastikan para astronot sudah mendarat sebelum bulan berganti.

Ketepatan waktu ini sangat bergantung pada keberhasilan manuver lunar flyby yang memanfaatkan gravitasi Bulan sebagai daya dorong alami untuk pulang tanpa harus membakar terlalu banyak bahan bakar tambahan.

2. Lokasi Strategis Pendaratan Akhir

Samudra Pasifik di lepas pantai San Diego, California, telah ditetapkan sebagai titik akhir perjalanan atau lokasi splashdown kapsul Orion.

Lokasi ini dipilih secara spesifik karena kondisi perairannya yang stabil serta kedekatannya dengan infrastruktur militer Angkatan Laut Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas proses evakuasi.

Tim pemulihan akan segera mengamankan kapsul dan keempat kru segera setelah parasut utama berhasil membawa mereka mendarat dengan selamat di permukaan air.

Baca Juga:Bedah Kecanggihan Honda CBR250RR: Performa Balap dalam Balutan Teknologi Jalan RayaSpesifikasi Huawei Watch GT Runner: Smartwatch Lari yang Serius Tapi Tetap Nyaman

3. Kecepatan dan Ketahanan Atmosfer saat Re-entry

Proses masuknya kapsul Orion ke atmosfer Bumi menjadi fase paling kritis yang menguji ketahanan teknologi pelindung panas NASA.

Saat menembus atmosfer, kapsul akan melaju dengan kecepatan ekstrem mencapai 40.000 km/jam dan menghadapi suhu panas yang melampaui 2.760°C.

0 Komentar