BACARADAR.COM – Pernah merasa belakangan ini cuaca lagi panas-panasnya sampai bikin gerah nggak karuan? Kamu nggak sendirian kok, karena sepertinya kita memang harus mulai “pasang badan” buat menghadapi musim kemarau 2026. Berdasarkan prediksi terbaru dari BMKG, kemarau tahun ini bakal terasa sedikit beda karena kelihatannya datang lebih awal dan bakal lebih kering dibanding tahun-tahun kemarin.
Awal Musim Kemarau
Awal musim kemarau di Indonesia nggak langsung datang barengan di semua tempat, tapi munculnya pelan-pelan alias bertahap, mulai dari April ini sampai Juni 2026 nanti.
Kalau kita intip data nasionalnya, sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia sebenarnya sudah mulai masuk kemarau di bulan April ini. Nanti di bulan Mei, wilayahnya bakal makin luas lagi sampai sekitar 26,3 persen, dan puncaknya di bulan Juni bakal bertambah 23,3 persen lagi. Jadi, sebagian besar dari kita baru bener-bener bakal ngerasain “panggangan” musim kemarau pas sudah masuk pertengahan tahun nanti.
Baca Juga:Viral di 2026! Bukan Cuma Bawa Nama Mahalini, Ternyata Rasa Aldi's Burger Beneran Juicy Lucy?NASA Resmi Luncurkan Artemis II! Ini Alasan Kenapa Misi Ini Jadi Kunci Manusia Bisa ke Mars
Kira-kira daerah mana saja yang kena duluan? Biasanya sih daerah-daerah di bagian selatan Indonesia, kayak Nusa Tenggara, Bali, sampai sebagian Jawa Timur dan pesisir utara. Nah, buat kamu yang tinggal di Jawa bagian barat, kemungkinan besar baru bakal ngerasain kemarau yang beneran di bulan Mei atau Juni 2026. Perbedaan waktu ini wajar banget, kok, karena kondisi geografis dan pola angin di tiap daerah memang punya ceritanya masing-masing.
Ada satu hal yang perlu kita waspadai nih, musim kemarau 2026 ini diprediksi datang lebih “ngegas” atau lebih cepat dari jadwal biasanya. Sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia bakal ngalamin kemarau yang datangnya lebih awal. Kenapa bisa begitu? Ternyata ini ada hubungannya sama dinamika iklim global, termasuk perubahan pola angin monsun yang bawa udara kering dari Australia langsung masuk ke wilayah kita.
Nggak cuma datang lebih awal, karakter kemarau tahun ini juga cenderung lebih “pelit” hujan. Bayangkan saja, sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan punya curah hujan yang di bawah normal. Kondisi kayak gini yang bikin kita harus waspada sama ketersediaan air bersih, risiko sawah yang kering, sampai ancaman kebakaran hutan di titik-titik yang memang rawan.
