BACARADAR.COM – Siapa sih yang nggak nungguin momen libur Lebaran dan cuti bersama? Rasanya setiap tahun, periode ini selalu jadi topik paling seru buat dibahas masyarakat kita. Bukan cuma soal merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh puasa Ramadan, tapi ini adalah waktu yang sakral buat mudik, kumpul bareng keluarga besar, atau sekadar jalan-jalan melepas penat.
Nah, untuk tahun 2026 nanti, pemerintah sebenarnya sudah memetakan jadwal libur nasional dan cuti bersama buat Idul Fitri 1447 Hijriah. Tapi, sepertinya bakal ada sedikit perbedaan tanggal nih dengan teman-teman dari Muhammadiyah, jadi kita perlu pasang mata baik-baik sama kalendernya.
Kalau kita intip keputusan resmi SKB Tiga Menteri, pemerintah menetapkan hari H Lebaran atau Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu dan Minggu, tanggal 21 dan 22 Maret 2026. Supaya kita punya waktu lebih lega buat di perjalanan mudik atau silaturahmi, pemerintah juga menyisipkan beberapa hari cuti bersama di sekitarnya.
Baca Juga:Makan Enak di Atas Awan! Inilah 5 Restoran di Cirebon yang Punya Pemandangan Alam Tersembunyi dan Bikin BetahBukan Cuma Terasi! Ini 5 Oleh-Oleh Khas Cirebon yang Paling Awet dan Wajib Borong
Rangkaian liburnya bakal terasa panjang banget, dimulai dari hari Jumat, 20 Maret sebagai cuti bersama. Lalu lanjut Sabtu dan Minggu sebagai hari raya, disusul lagi dengan cuti bersama di hari Senin dan Selasa, tanggal 23 dan 24 Maret. Jadi, kalau ditotal kita punya jatah libur lima hari berturut-turut. Lumayan banget kan buat yang mau pulang kampung halaman?
Jadwal panjang ini memang sengaja dibuat biar arus mudik dan balik nggak numpuk di satu hari saja. Selain itu, ini jadi kabar gembira buat para perantau di kota besar yang biasanya jarang punya waktu lama buat kumpul sama orang tua dan saudara.
Tapi, perlu diingat kalau penetapan Lebaran di Indonesia itu nggak selalu seragam. Salah satu yang biasanya beda adalah Muhammadiyah. Mereka menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi murni, dan sudah menetapkan kalau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Artinya, warga Muhammadiyah kemungkinan besar bakal merayakan Lebaran satu hari lebih awal dibanding tanggal merah di kalender pemerintah.
Perbedaan ini sebenarnya hal yang lumrah dan sudah sering terjadi. Muhammadiyah fokus pada hitungan matematis posisi bulan, sementara pemerintah biasanya lewat sidang isbat yang menggabungkan hitungan tadi dengan pantauan hilal secara langsung di lapangan. Walaupun sering ada selisih, masyarakat kita biasanya tetap santai dan saling menghargai pilihan masing-masing kok.
