BACARADAR.COM – Istilah Garuda Calling kembali menggema di jagat media sosial. Bagi kita pecinta sepak bola tanah air, momen pengumuman resmi dari PSSI ini selalu dinanti dengan antusiasme tinggi. Kali ini tantangannya tidak main-main, sebanyak 32 pemain telah dipanggil untuk masuk ke pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi dua raksasa Asia, Jepang dan China, dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Melihat komposisi pemain yang ada, terlihat jelas bahwa tim kepelatihan ingin membangun skuad yang benar-benar dalam dan kompetitif di setiap lini.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah melimpahnya stok di lini belakang. Sektor penjaga gawang diisi oleh lima nama besar, mulai dari Maarten Paes yang sedang on-fire hingga sosok berpengalaman seperti Nadeo Argawinata dan Emil Audero.Kelima kiper ini dipanggil untuk menciptakan persaingan sehat di bawah mistar gawang.
Di barisan bek, kombinasi pemain diaspora dan talenta lokal tampak semakin solid. Kehadiran nama-nama yang merumput di Eropa seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, hingga Calvin Verdonk akan bahu-membahu dengan pemain andalan seperti Rizky Ridho dan Justin Hubner. Lini pertahanan kita kini punya banyak opsi, baik untuk bermain dengan skema tiga bek maupun empat bek sejajar. Belum lagi kehadiran pemain sayap lincah seperti Pratama Arhan, Sandy Walsh, dan Eliano Reijnders yang siap membantu penyerangan.
Baca Juga:Promo Baju Lebaran di Matahari Department Store, Banyak Diskon untuk KeluargaSisir Tempat Karaoke, Polresta Cirebon Sita Ratusan Botol Miras
Beralih ke sektor tengah, peran Thom Haye dan Ivar Jenner tampaknya masih akan menjadi kunci dalam mengatur ritme permainan. Mereka didampingi oleh pemain-pemain energik seperti Marselino Ferdinan dan Joey Pelupessy yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara transisi bertahan dan menyerang, serta mendistribusikan bola dengan baik kepada lini depan.
Sementara itu, urusan mencetak gol dipercayakan kepada enam penyerang dengan karakter berbeda. Ada Ole Romeny dan Rafael Struick yang lincah, hingga Septian Bagaskara dan Ramadhan Sananta yang dikenal sebagai striker murni yang haus gol. Perpaduan senioritas Stefano Lilipaly dan kecepatan Egy Maulana Vikri tentu akan memberikan dimensi serangan yang lebih bervariasi untuk membongkar pertahanan lawan.
