Dua Bulan Rumah Dua Janda di Kota Cirebon Ambruk 

perbaikan rumah warga
MENANGIS: Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, SPdI didampingi suaminya H Handoyo MM, dan Sekretaris DPC PKB Kota Cirebon, Ide Bagus Arief Setiawan membantu perbaikan rumah warga RT 5 RW 4 Surapandan, Kelurahan Argasunya. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

BACARADAR.COM – Dua rumah milik ibu dan anak, Junaeni (46) dan Meli (22), warga RT 5 RW 4 Surapandan, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, ambruk sejak dua bulan lalu. Akibatnya, keduanya terpaksa mengungsi dan sementara tinggal di rumah tetangga.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati SPdI.

Siti Farida didampingi suaminya, H Handoyo MM serta Sekretaris DPC PKB Kota Cirebon, turun langsung meninjau rumah yang ambruk tersebut.

Baca Juga:Carevolution RSUD Arjawinangun, Pasien Dipantau hingga Rumah Lewat WhatsAppIPB Cirebon Siapkan Mahasiswa PBI Jadi Guru Profesional

Siti Farida tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB dan melihat langsung kondisi dua rumah yang sudah tidak layak huni. Kedua bangunan yang berdampingan itu ambruk secara bersamaan dan tidak dapat ditempati.

Junaeni tampak terharu dan tak kuasa menahan tangis saat Siti Farida hadir serta memberikan bantuan pribadi untuk perbaikan rumahnya dan rumah anaknya.

“Terima kasih banyak bu atas bantuannya,” ujar Junaeni sambil menangis.

Kepada Radar Cirebon, Siti Farida mengatakan kedatangannya untuk memastikan langsung kondisi rumah warga yang ambruk tersebut.

Ia mengaku mengetahui peristiwa itu dari media sosial. Setelah melihat langsung, ia menilai kondisi rumah sangat memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera.

“Saya mengetahui informasi ini dari media sosial. Saya datang langsung untuk melihat kondisinya, dan memang sangat memprihatinkan. Rumah sudah ambruk sejak dua bulan lalu dan pemiliknya tidak mampu memperbaiki,” ujar perempuan yang akrab disapa Rida itu.

Rida mengaku prihatin karena selama dua bulan Junaeni dan Meli harus menumpang di rumah tetangga. Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak pada kesehatan, terlebih di musim hujan.

Baca Juga:Banyak Rumah Ambruk, Mantan Ketua DPRD Kritik Walikota Barrier Sungai Dinilai Efektif Cegah Sampah Mengalir ke Laut

“Sudah dua bulan ambruk. Saat hujan tidak ada tempat berteduh, terdampak banjir, dan ini tentu berisiko bagi kesehatan,” tegasnya.

Untuk itu, Rida memberikan bantuan tali asih secara pribadi untuk membantu merenovasi rumah agar bisa kembali dihuni. Ia juga menyatakan pemerintah kota akan terus mendorong program perbaikan rumah tidak layak huni.

“Ini tali asih dari saya, suami, dan PKB untuk membantu memperbaiki rumah Ibu Junaeni dan Meli. Semoga bermanfaat,” pungkasnya. (abd)

0 Komentar