BACARADAR.COM – Paket MBG (makan bergizi gratis) masuk SMPN 1 Kota Cirebon. Penyaluran ini tak hanya untuk para siswa, tapi juga untuk guru serta staf.
Secara keseluruhan, SPPG mendistribusikan 1.501 paket MBG di SMPN 1 Kota Cirebon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 untuk guru dan staf sekolah, sisanya untuk para siswa.
Kepala SMPN 1 Kota Cirebon, M Lilik Darmawan mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan program tersebut. Ia mengatakan SMPN 1 Kota Cirebon baru pertama kali menerima MBG. Awalnya direncanakan pada Januari 2026, tapi mengalami pergeseran jadwal.
Baca Juga:Penumpang di Cirebon Beralih ke Bus, Pembatalan Tiket Kereta Api Tembus Rp431 JutaAntrean Panjang Tak Pernah Putus, Setahun Warung Nasi Hamba Allah di Cirebon
“Alhamdulillah SMP Negeri 1 ini pertama kali mendapatkan MBG. Awalnya direncanakan Januari, namun bergeser ke awal Februari karena beberapa penyesuaian kesiapan,” ujar Lilik kepada Radar Cirebon.
Terkait keterlambatan distribusi, Lilik menjelaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) dengan pihak dapur baru ditandatangani pada akhir Desember 2025. Saat itu, pihak dapur menawarkan pendistribusian pada Januari 2026. “Karena sudah mendekati libur sekolah, kami meminta Januari. Namun ternyata masih ada pergeseran karena kesiapan, sehingga baru bisa dibagikan awal Februari ini,” katanya.
Menurut Lilik, sebelum dibagikan, menu MBG terlebih dahulu dicek oleh guru sehingga murid bisa menikmati dengan aman. Tak hanya itu, untuk memastikan MBG aman dikonsumsi siswa, pihak sekolah juga telah menyerahkan data siswa yang memiliki alergi makanan tertentu agar dapat diantisipasi oleh pihak dapur atau SPPG.
Pantauan di sekolah yang ada di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, menu yang disajikan pada hari pertama antara lain perkedel, bakso, sayuran, serta buah pisang. “Menu dicek dulu oleh guru, termasuk daftar menu yang sudah disampaikan. Harapannya makanan yang diberikan benar-benar bergizi,” jelasnya.
Lilik menambahkan, sebagian siswa kemungkinan telah sarapan dari rumah, sehingga paket MBG yang dibagikan itu dapat dimanfaatkan sebagai makan siang di sekolah.
Masih pada kesempatan yang sama, Wawan Ruswanto salah satu guru yang menerima MBG menyampaikan ini satu hal yang positif. “Apalagi ini bukan hanya siswa yang dapat, tapi juga guru. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat buat kami sebagai guru. Jadi bisa sama-sama mengetahui menu yang disantap oleh anak-anak,” ujarnya.
