RADARCIREBON.ID – Presiden Prabowo Subianto risau dengan persoalan sampah. Kepala Negara mengatakan hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan kolaps atau kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.
Presiden lalu menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nasional menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
“Resik saya tanya artinya apa? Artinya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini hanya suatu, katakanlah, nama, tapi wujudnya tadi, semua instansi pemerintahan harus memimpin korve (kerja bakti, red). Anak sekolah gak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribuan itu, cepat itu,” ucap Presiden.
Baca Juga:Penumpang di Cirebon Beralih ke Bus, Pembatalan Tiket Kereta Api Tembus Rp431 JutaAntrean Panjang Tak Pernah Putus, Setahun Warung Nasi Hamba Allah di Cirebon
Ya, persoalan sampah, menurut Presiden, telah menjadi masalah krusial di berbagai daerah. Apalagi hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028. “Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain itu, Presiden menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah.
“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, saudara-saudara. Ini 34 (proyek waste to energy, red), kita segera mulai. Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita gak benar, masih jorok, kotor,” kata Presiden.
Selain pengelolaan sampah, Presiden Prabowo juga memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya memperindah lingkungan permukiman. Presiden menilai penggunaan atap seng yang meluas membuat kawasan menjadi panas dan kurang estetis. “Seng ini panas untuk penghuni, juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ucapnya.
“Saya berharap dalam 2-3 tahun, Indonesia tidak akan kelihatan karat, karat lambang degenerasi. bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” tegas Presiden.
