Bupati Lucky Tegaskan Normalisasi Saluran Irigasi untuk Atasi Banjir Kota Indramayu

Lucky Hakim
CEK LANGSUNG: Bupati Indramayu, Lucky Hakim meninjau sejumlah saluran air di perkotaan Indramayu yang tersendat akibat eceng gondok. Ia meminta seluruh saluran untuk segera dinormalisasi. Foto: PEMKAB FOR RADAR CIREBON
0 Komentar

INDRAMAYU – Sebagai upaya menanggulangi banjir di wilayah perkotaan Indramayu, pemerintah daerah akan segera melakukan normalisasi saluran irigasi. Pengerjaan diperkirakan rampung dalam waktu satu hingga tiga bulan ke depan.

Saluran di lokasi tersebut dipenuhi eceng gondok dan mengalami pendangkalan yang menghambat aliran air.

Dalam peninjauannya, Bupati didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maulana Malik, serta Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Erpin Marpinda. Lucky Hakim menegaskan, eceng gondok menjadi salah satu penyebab utama tersendatnya aliran air dan berpotensi memperparah banjir.

Baca Juga:Prabowo Subianto Sebut Hampir Seluruh TPA di Indonesia Kolaps 2028Baznas Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Tahun 2026 Rp45 Ribu

“Eceng gondok yang sudah besar-besar, kalau tidak segera dibersihkan, akan memperburuk banjir di Indramayu,” tegas bupati.

Bupati menjelaskan, saluran irigasi tersebut menampung aliran air dari permukiman warga, namun kondisi yang dangkal membuat aliran tidak lancar. Normalisasi dilakukan dengan pengerukan saluran hingga kedalaman sekitar 2,5 meter, sehingga air dapat mengalir normal kembali.

“Kita ingin, Indramayu memiliki drainase yang baik. Semua usulan akan kami tampung dan tangani satu per satu. Kami usahakan semaksimal mungkin, dan minimal satu sampai dua bulan ke depan pengerjaan sudah mulai tertangani,” ujarnya.

Selain eceng gondok dan pendangkalan, bupati juga menyoroti bangunan liar, seperti warung yang berdiri di atas saluran air. Ia menegaskan, saluran air tidak boleh digunakan untuk mendirikan bangunan karena menghambat aliran dan menjadi penyebab banjir. Pendekatan humanis akan dilakukan untuk meminta warga memindahkan bangunan agar proses normalisasi berjalan lancar.

Peninjauan juga dilakukan di kawasan Jalan Pembangunan. Bupati menyoroti hambatan aliran air menuju laut di Karangsong akibat longsoran sungai, tumpukan sampah, dan eceng gondok.

“Air dari kota terhambat karena sedimentasi, sampah, dan eceng gondok. Jika alur air lancar, eceng gondok tidak akan tumbuh. Saluran ini memang perlu dinormalisasi,” jelasnya.

Meskipun beberapa saluran tampak lebar, arus air tetap tidak optimal karena kedalaman yang kurang memadai. Pemerintah Kabupaten Indramayu menargetkan pendalaman saluran hingga kedalaman sekitar 4 meter sampai pintu air agar drainase berfungsi maksimal. (dun/rls)

0 Komentar