RADARCIREBON.ID – Trotoar maut di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan SPBU Cangkol, Kecamatan Lemahwungkuk, hingga kini masih dibiarkan berlubang.
Padahal, sekitar 11 hari lalu, seorang pria bernama Edison (53) ditemukan tewas di dalam lubang trotoar tersebut setelah diduga terjatuh.
Meski peristiwa tragis itu sudah berlalu lebih dari sepekan, belum terlihat adanya upaya perbaikan, baik berupa penutupan sementara, pemasangan pengaman, maupun pemberian tanda peringatan bagi pengguna jalan.
Baca Juga:Korean Style Masih Jadi Tren Rambut Pria 2026
Pantauan Radar Cirebon di lokasi menunjukkan, kondisi trotoar tersebut sudah lama rusak. Bahkan, sejumlah pejalan kaki, termasuk pelajar, memilih berjalan di badan jalan karena khawatir melintasi trotoar yang berlubang.
Padahal, berjalan kaki di jalur kendaraan sangat berbahaya dan rawan kecelakaan lalu lintas.
“Kami enggan lewat situ karena berbahaya dan berlubang,” ujar Fuad Hasan Bisri dari Karang Taruna Kecamatan Lemahwungkuk.
Menurutnya, kondisi itu semakin meresahkan karena lubang trotoar tersebut sudah merenggut korban jiwa. Akibatnya, warga merasa takut saat melintas di lokasi itu. Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon segera melakukan perbaikan.
“Trotoar itu di bawahnya saluran air. Seharusnya dikeruk dulu, lalu ditutup kembali dengan rapi supaya saluran air berfungsi dan bisa mengurangi potensi banjir,” tandasnya.
Ia menegaskan, penanganan trotoar tersebut merupakan kewenangan Pemkot Cirebon. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah agar trotoar kembali layak digunakan masyarakat.
“Kami juga berharap diberi penerangan jalan yang memadai agar pejalan kaki merasa aman saat melintas,” tambahnya.
Baca Juga:Antrean Panjang Tak Pernah Putus, Setahun Warung Nasi Hamba Allah di Cirebon Kaget! PSIT Diobral Sana-sini, Suryana Sebut Edi Bukan Pendiri
Sementara itu, Siti, warga Kecamatan Lemahwungkuk, mengatakan trotoar tersebut sudah lama dibiarkan rusak dan berlubang. Karena itu, ia mengaku tidak pernah melintas di atasnya dan lebih memilih berjalan di pinggir jalan.
“Trotoarnya bolong. Kalau lewat situ harus melompati lubang. Mending lewat pinggir jalan saja,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Edison (53), warga Kelurahan Pekalipan, ditemukan tewas di dalam saluran air di bawah trotoar yang berlubang besar, tepatnya di seberang SPBU Cangkol, Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
