Barrier Sungai Dinilai Efektif Cegah Sampah Mengalir ke Laut

Barrier sampah
TAHAN SAMPAH: Barrier di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, menahan sampah sungai agar tidak mengalir ke laut. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus mengintensifkan upaya penanganan sampah, khususnya untuk mencegah agar sampah tidak terbawa aliran sungai hingga mencemari laut. Salah satu terobosan terbaru adalah pemasangan barrier di sejumlah titik sungai di wilayah Kecamatan Kejaksan.

Pantauan Radar Cirebon, barrier tersebut berfungsi menahan sampah yang terbawa arus sungai sebelum masuk ke muara laut. Setelah sampah terkumpul, petugas kebersihan bersama warga kemudian melakukan kerja bakti untuk mengangkutnya dan membuangnya ke TPA Kopi Luhur.

Camat Kejaksan Achmad Muhaimin mengatakan, pemasangan barrier merupakan tindak lanjut instruksi langsung Wali Kota Cirebon. Ia bersyukur langkah tersebut mulai menunjukkan hasil nyata.

Baca Juga:Pemkot Lamban Memperbaiki, Trotoar Maut, 11 Hari Lalu Makan Koban Jiwa Korean Style Masih Jadi Tren Rambut Pria 2026

“Alhamdulillah, berkat instruksi Pak Wali Kota, kami sudah memasang barrier di Sungai Banjir Kanal di beberapa titik. Hasilnya, banyak sampah yang tertahan di barrier,” ujar Muhaimin kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, sampah yang tersangkut di barrier langsung diangkut oleh petugas dan warga menggunakan karung. Kegiatan pembersihan dilakukan melalui kerja bakti massal sejak Sabtu dan dilanjutkan hingga Minggu.

“Setelah sampah tertahan, kami angkut menggunakan karung. Kerja bakti sudah dimulai sejak Sabtu dan dilanjutkan hari ini,” jelasnya.

Ia menuturkan, sampah yang terbawa arus sungai tidak hanya berasal dari wilayah Kota Cirebon, tetapi juga merupakan kiriman dari daerah hulu, termasuk dari wilayah kabupaten dan permukiman di sekitar sungai.

Meski demikian, ia menegaskan yang terpenting adalah upaya bersama untuk membersihkan sungai dan memastikan barrier berfungsi optimal.

“Yang penting upaya kita membersihkan sungai dan memastikan barrier berfungsi. Jadi ketika sampah tersangkut, langsung kita angkut agar tidak mencemari laut,” katanya.

Ia menambahkan, tanpa adanya barrier, sampah akan langsung mengalir ke laut dan berdampak pada wilayah pesisir seperti Kesenden dan Karangbaru.

Baca Juga:Antrean Panjang Tak Pernah Putus, Setahun Warung Nasi Hamba Allah di Cirebon Kaget! PSIT Diobral Sana-sini, Suryana Sebut Edi Bukan Pendiri

“Karena ujungnya ke laut. Kalau tidak ada barrier, laut kita jadi kotor. Kasihan wilayah Kesenden dan Karangbaru,” tambahnya.

Muhaimin mengakui, persoalan sampah akan terus berulang jika tidak dibarengi perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat. Karena itu, ia mengimbau warga, khususnya di Kecamatan Kejaksan, agar lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya.

0 Komentar