Banyak Rumah Ambruk, Mantan Ketua DPRD Kritik Walikota 

anggaran BTT 2025
DIPERTANYAKAN: H Suryana menyoroti minimnya pemanfaatan anggaran BTT 2025 Rp5 miliar, namun cuma terpakai Rp400 juta. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Maraknya kasus rumah ambruk di Kota Cirebon yang dinilai belum ditangani secara cepat memicu kritik dari mantan Ketua DPRD Kota Cirebon, H. Suryana. Ia menyoroti minimnya pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) 2025 yang mencapai Rp5 miliar, namun disebut baru terpakai sekitar Rp400 juta.

Suryana mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya respons pemerintah kota terhadap penderitaan warga, terutama di tengah musim hujan yang memperparah kerusakan rumah warga.

“Kota Cirebon saat ini darurat rumah ambruk. Warga harus segera dibantu,” kata Suryana kepada Radar Cirebon di Kantor KPU Kota Cirebon, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga:Barrier Sungai Dinilai Efektif Cegah Sampah Mengalir ke LautPemkot Lamban Memperbaiki, Trotoar Maut, 11 Hari Lalu Makan Koban Jiwa 

Menurut dia, BTT merupakan kewenangan langsung walikota. Karena itu, jika anggarannya tersedia namun tidak disalurkan, patut dipertanyakan untuk apa anggaran tersebut digunakan.

“Kalau dialihkan, apakah lebih urgen dibanding membantu warga yang rumahnya ambruk? Ini bagian dari tanggung jawab konstitusional kepala daerah,” tegasnya.

Suryana juga mempertanyakan sikap DPRD Kota Cirebon yang dinilainya cenderung bungkam terkait persoalan BTT, padahal anggaran tersebut menyangkut kepentingan masyarakat secara langsung.

“Kalau dewan memilih diam dengan alasan tidak enak, justru patut dipertanyakan ada apa di balik pengelolaan BTT itu,” pungkasnya. (abd)

0 Komentar