Antrean Panjang Tak Pernah Putus, Setahun Warung Nasi Hamba Allah di Cirebon 

Makan Siang Gratis di Kompleks Perguruan PUI Kota Cirebon
MAKAN SIANG GRATIS: Antrean mengular di Kompleks Perguruan PUI Kota Cirebon, Rabu siang (14/1/2026). Di bawah terik matahari itu, ratusan orang menunggu giliran makan siang gratis. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Pada awalnya, jumlah porsi hanya sekitar 100. Menu pun seadanya. Tempe, tahu, mi goreng, sayur asem. Pelan-pelan kegiatan ini tumbuh. Kepercayaan datang. Donasi mengalir. “Tidak langsung seperti sekarang,” kata Dadang. “Kita bertahap,” lanjutnya.

Kegiatan ini dijalankan setiap hari, tanpa libur, selepas salat Duhur berjamaah di Masjid Bani Arjain. Bahkan sebelum program makan bergizi gratis bergulir secara nasional, ide makan siang gratis ini sudah lebih dulu dijalankan.

Pendanaan kegiatan sepenuhnya bersifat mandiri. Tidak menggunakan APBN. Tidak terkait kepentingan bisnis apa pun. Donasi datang dari sahabat, teman, dan masyarakat luas yang memiliki kepedulian.

Baca Juga:PSIT Dijual Lagi Padahal Sudah MoU, Proses Akuisisi Cacat Hukum

Media sosial menjadi ruang ekspose yang efektif, memperluas jangkauan solidaritas. Untuk 300 porsi makan per hari, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp2 juta. Angka yang tidak kecil jika ditanggung setiap hari selama setahun penuh. Namun hingga kini, dapur tetap menyala.

Lokasi warung yang berada di sekitar Terminal Harjamukti membuat penerima manfaat datang dari berbagai latar. Pengamen, pedagang asongan, pekerja informal, pengemudi ojek daring, hingga anak jalanan. Tidak ada seleksi administratif. Siapa pun yang datang dan bersedia mengantre, dilayani.

Antrean itu sendiri menjadi seleksi alami. Di bawah panas siang, hanya mereka yang benar-benar membutuhkan yang bertahan berdiri. Di sisi lain kompleks, antrean tak kalah mengular. Barisan manusia itu terlihat panjang, rapi, dan nyaris tak putus. Seorang lelaki tua bersandar pada dinding, menunggu gilirannya. Seorang anak kecil duduk di tepi halaman, memeluk tas kecil. Dalam rangka milad satu tahun ini, komunitas juga membagikan sekitar 465 bingkisan.

Wakil Ketua Komunitas Tebar Rahmat Cirebon, Taufik Hidayat, menyebut bingkisan itu sebagai tambahan kepedulian. Isinya sederhana: minuman, makanan ringan, susu.

Selain makan siang gratis, komunitas ini memiliki kegiatan rutin lain. Buka puasa Senin-Kamis di Masjid Raya At Taqwa Cirebon. Di luar itu, ada kegiatan insidental seperti sedekah subuh, borong UMKM, cukur gratis, hingga pembagian baju gratis.

Semua kegiatan berjalan tanpa saling meniadakan. Dalam satu hari, bisa saja tiga agenda berlangsung bersamaan –pagi, siang, dan sore.

0 Komentar