PSIT Dijual Lagi Padahal Sudah MoU, Proses Akuisisi Cacat Hukum

Proses Akuisisi PSIT
MASING-MASING PUNYA BUKTI: Foto kiri; Direktur Utama PT Puma Aljun Abadi, Papap Aljun Hendro dan Sekretaris Manajemen Aljun, John, menunjukkan bukti MoU. Foto kanan, Asep Sholeh Fakhrul Insan dan Edi Suripno. Foto: Ono Cahyono-Istimewa/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Pengambilalihan kepemilikan Persatuan Sepakbola Indonesia Tjirebon (PSIT) menuai polemik. Akuisisi PSIT Cirebon di bawah kepemimpinan Asep Sholeh Fakhrul Insan dinilai cacat prosedur dan bermasalah secara hukum.

Papap Aljun Hendro Sebut Proses Akuisisi Cacat Hukum, Edi Suripno Bilang Tidak Ada Respons

Direktur PT Puma Aljun Abadi, Papap Aljun Hendro, mengaku terkejut dengan proses akuisisi tersebut. Pasalnya, dokumen nota kesepahaman (MoU) PSIT Cirebon saat ini masih berada di meja notaris PT Puma Aljun Abadi.

Baca Juga:Halo dunia!

“Kok bisa satu objek yang sama (PSIT) ditransaksikan kepada dua pihak yang berbeda. Tiba-tiba muncul akuisisi,” ujar Papap Aljun Hendro saat ditemui di home base Aljun, Desa Majasari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Selasa (13/1/2026).

Ia menilai Ketua Umum PSIT Cirebon, Edi Suripno, tidak memiliki etika dalam menjalankan kerja sama yang telah dibangun sejak awal. Papap Aljun Hendro menegaskan tidak mempermasalahkan PSIT dijual atau diakuisisi pihak lain, namun seharusnya ada komunikasi. “Silakan mau dijual ke siapa, mau diakuisisi oleh siapa, tapi ajak kami bicara dulu. Jangan tiba-tiba dijual lagi. Kalau begini, bisa berapa kali transaksi?” tegasnya.

Papap mengungkapkan, awalnya Edi Suripno menawarkan PSIT Cirebon kepada pihak Aljun Manajemen. Saat itu, PSIT hampir dipastikan tidak mengikuti Liga 4 Seri 2 karena alasan keterbatasan biaya. “Saya coba carikan solusi. Kami bertemu di salah satu restoran di Cirebon. Awalnya kami menandatangani MoU sebagai sponsorship, menggunakan perusahaan dari Jakarta, KMJS,”

ungkapnya.

Sepekan kemudian, sejumlah pemain mulai berdatangan untuk persiapan Liga 4 Seri 2. Dari situ, kata Papap, mulai terbangun komunikasi terkait rencana akuisisi PSIT Cirebon oleh Aljun Manajemen. “Tim atau asistennya Pak Edi datang dan bicara soal akuisisi. Tapi saya bilang, tunggu saja sampai liga selesai, karena saat itu kompetisi masih berjalan,” katanya.

Bahkan, utusan Edi Suripno disebut sempat menjanjikan bahwa kepemimpinan PSIT akan diserahkan kepada Papap Hendro. Muncullah angka nilai akuisisi yang disebut mencapai puluhan juta rupiah.

“Sebenarnya kalau saya mendaftarkan klub sendiri, Majalengka United, ke PSSI, biayanya jauh lebih murah. Tapi karena saya cinta sepak bola Ciayumajakuning, dan PSIT adalah tim Kota Cirebon, saya ambil kesempatan itu. Saat itu saya belum bisa langsung membayar lunas,” ujarnya.

0 Komentar